METRO ONLINE Tolitoli, – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tolitoli terus menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang bersih, transparan, serta bebas dari praktik benturan kepentingan. Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas.Jumat29/08/25.
Kalapas Tolitoli, Muhammad Ishak, menegaskan bahwa seluruh jajaran petugas Lapas wajib menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam setiap pelayanan, baik kepada masyarakat maupun warga binaan.
“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang sama tanpa diskriminasi dan tanpa adanya benturan kepentingan. Contohnya, dalam pelayanan kunjungan maupun pengurusan hak-hak warga binaan, semua harus melalui prosedur resmi yang telah ditetapkan, tidak boleh ada yang diprioritaskan karena hubungan pribadi ataupun kepentingan lain,” ujar Muhammad Ishak.
Ia menambahkan, berbagai langkah pencegahan terus diperkuat, seperti pemasangan CCTV di area pelayanan, penerapan sistem antrean, hingga pengawasan langsung oleh pejabat struktural untuk memastikan semua layanan berjalan sesuai aturan.
Sementara itu, Kasubsi Keamanan Lapas Tolitoli, Muh. Nur Amri, menegaskan bahwa aspek keamanan juga tidak luput dari prinsip bebas benturan kepentingan.
“Dalam menjalankan tugas pengamanan, kami tidak boleh terpengaruh oleh hubungan pribadi dengan warga binaan maupun keluarganya. Semua tindakan dilakukan sesuai SOP. Misalnya dalam pemeriksaan barang bawaan, setiap pengunjung diperlakukan sama tanpa kecuali. Hal ini menjadi bentuk pencegahan agar layanan tetap bersih dan profesional,” jelas Muh. Nur Amri.
Salah seorang pembesuk, warda, mengapresiasi sistem layanan yang diterapkan.
“Sekarang terasa lebih nyaman karena ada antrean resmi dan pengawasan yang jelas. Kami merasa tenang karena tidak ada perlakuan berbeda, semua diperlakukan sama,” ujarnya.
Senada dengan itu, salah satu warga binaan,inisial A.K, juga menyampaikan pandangannya.
“Bagi kami warga binaan, aturan yang jelas membuat semuanya terasa adil. Hak-hak kami tetap diberikan sesuai prosedur tanpa ada yang membeda-bedakan. Ini memberi rasa tenang dalam menjalani pembinaan,” ungkap A.K"
Dengan komitmen ini, Lapas Tolitoli berharap dapat terus memberikan pelayanan yang transparan dan akuntabel, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan sebagai institusi penegak hukum yang berintegritas.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari Sapta Arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, dalam rangka mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Adrianto. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan dalam mendukung visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Editor : Muh Sain