METRO ONLINE Tolitoli, 30 Agustus 2025 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan sekaligus penguatan kader kesehatan bagi warga binaan, Jumat (29/8) sore di Masjid Lapas.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dr. Nalto Mentara yang membawakan materi tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Muhammad Ishak, bersama pejabat struktural dan tenaga kesehatan klinik lapas.
Sebanyak 10 warga binaan terpilih resmi ditetapkan sebagai kader kesehatan yang akan membantu mengedukasi sesama warga binaan terkait upaya menjaga kesehatan, pencegahan penyakit, serta peningkatan perilaku hidup bersih di lingkungan lapas.
Kalapas Muhammad Ishak menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami berharap para kader kesehatan dapat menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kesadaran warga binaan akan pentingnya menjaga kesehatan, sehingga tercipta lingkungan lapas yang lebih sehat dan kondusif,” ujarnya.
Kasubsi Perawatan Narapidana dan Anak Didik Lapas Tolitoli,parlan Rosiaji Putra menambahkan, “Kader kesehatan ini menjadi perpanjangan tangan petugas dalam menyampaikan edukasi dan pemantauan kesehatan sehari-hari. Mereka akan menjadi mitra penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan blok hunian,” ungkapnya.
Sementara itu, dr. Nalto Mentara selaku pemateri menyampaikan pentingnya peran kader kesehatan. “Dengan pengetahuan dasar mengenai PHBS dan IMS, warga binaan yang menjadi kader kesehatan dapat membantu mencegah penularan penyakit sekaligus mendorong perilaku hidup sehat di kalangan warga binaan lainnya,” jelasnya.
Salah seorang warga binaan, Chandra, yang terpilih menjadi kader kesehatan juga menyampaikan rasa syukurnya. “Kami senang diberi kepercayaan menjadi kader kesehatan. Semoga ilmu yang kami dapat bisa bermanfaat untuk teman-teman warga binaan lain, terutama dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar semua lebih sehat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari Sapta Arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, dalam rangka mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Adrianto, serta bagian dari upaya pemasyarakatan dalam mendukung visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Dengan adanya kader kesehatan ini, diharapkan layanan kesehatan di dalam Lapas Tolitoli semakin optimal dan pencegahan penyakit dapat dilakukan sejak dini.
Editor : Muh Sain