METRO ONLINE, GOWA – Rumah seorang jurnalis media online Matanusantara.co.id, Ramli, didatangi tiga pria pada Selasa (25/8) sekitar pukul 00.30 Wita.
Peristiwa itu terjadi setelah media tempat Ramli bekerja memberitakan dugaan praktik perjudian dalam pertandingan ayam Bangkok di Borong Rappo, Desa Sokkolia, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
Informasi yang dihimpun menyebut tiga pria yang datang ke sekitar rumah Ramli masing-masing berinisial DS, AD, dan NT.
Keluarga Ramli mengaku salah seorang di antaranya, yakni DS, datang dalam kondisi diduga mabuk dan sempat berteriak di sekitar rumah.
Menurut keluarga, pria tersebut juga diduga meminta agar pemberitaan terkait dugaan adu ayam Bangkok tidak dilanjutkan.
"Dia teriak agar tidak mendengar informasi tetangga soal adu ayam Bangkok," demikian keterangan keluarga yang diterima redaksi.
Keluarga Ramli juga mengaku mendengar ucapan yang dianggap sebagai ancaman terhadap jurnalis tersebut.
Namun, hingga berita ini ditulis, pernyataan tersebut belum dikonfirmasi langsung kepada pihak yang disebutkan.
Redaksi Matanusantara.co.id menegaskan bahwa seluruh keterangan itu masih merupakan kesaksian keluarga dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, situasi di sekitar rumah Ramli mulai menjadi perhatian keluarga sekitar pukul 00.47 Wita.
Dalam percakapan keluarga yang diterima redaksi, disebutkan masih ada sejumlah orang berada di sekitar masjid yang lokasinya tidak jauh dari kediaman Ramli.
Beberapa menit kemudian, keluarga kembali saling mengingatkan agar tidak keluar rumah karena situasi dinilai belum aman.
Keluarga mengaku masih mendengar teriakan dari luar rumah dan melihat sejumlah orang berada di sekitar ujung lorong hingga lewat pukul 01.00 Wita.
Peristiwa tersebut terjadi tidak lama setelah Matanusantara.co.id menyoroti informasi mengenai pertandingan ayam Bangkok yang mempertemukan ayam bernama Yolanda dan Theptroy.
Sumber yang diwawancarai media tersebut mengklaim pertandingan itu bukan sekadar perlombaan biasa, melainkan "partai janjian big game".
Sumber yang sama juga menyebut adanya uang taruhan dalam jumlah besar yang diduga beredar dalam pertandingan tersebut.
Meski demikian, hingga kini belum ada bukti transaksi yang dapat memastikan nominal yang disebutkan maupun membuktikan adanya tindak pidana perjudian.
Informasi lain yang diterima redaksi menyebut pertandingan tersebut berakhir seri atau draw.
Keterangan itu juga belum dikonfirmasi kepada pemilik ayam maupun pihak yang disebut sebagai penyelenggara kegiatan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan dari DS, AD, maupun NT terkait tujuan kedatangan mereka ke sekitar rumah Ramli pada tengah malam.
Matanusantara.co.id mengaku masih berupaya memperoleh konfirmasi dari ketiga pria tersebut.
Redaksi juga berusaha mendapatkan keterangan dari pihak kepolisian untuk mengetahui apakah peristiwa tersebut telah dilaporkan atau masuk dalam penanganan aparat.
Sementara itu, keterkaitan antara dugaan pertandingan ayam Bangkok dan kedatangan tiga pria ke rumah jurnalis tersebut masih belum dapat dipastikan.
Belum terdapat bukti yang menunjukkan hubungan langsung antara kedua peristiwa tersebut.
Namun, kedekatan waktu antara pemberitaan dan kedatangan tiga pria pada dini hari menjadi perhatian dan masih dalam proses penelusuran lebih lanjut.
Editor: Muh Sain
