METRO ONLINE, MAROS – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Maros akan melakukan pengecekan kembali terhadap aktivitas pengerukan material di lokasi Proyek Pergudangan 88 yang berada di Dusun Corawalie, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros.
Aktivitas pengerukan tersebut sebelumnya dikeluhkan warga karena dinilai berpotensi longsor yang mengancam keselamatan permukiman di sekitar lokasi proyek.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi pengerukan hanya berjarak sekitar empat meter dari rumah warga.
Parahnya, kedalaman galian bahkan disebut-sebut telah mencapai sekitar 17 meter.
Kondisi itu membuat lebih dari 200 kepala keluarga (KK) yang bermukim di sekitar lokasi dihantui khawatir terhadap dampak yang dapat ditimbulkan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maros, Andi Irfan, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan tim pengawasan untuk memastikan kondisi terkini di lapangan.
Andi Irfan menjelaskan, tim DLH sebelumnya telah melakukan kunjungan ke lokasi pengerukan.
Namun, kata dia, pihaknya tetap akan meminta laporan terbaru terkait aktivitas yang berlangsung di area proyek tersebut.
"Iye besokpi Senin saya tanya tim pengawasan. Itu lokasi sudah pernah dikunjungi oleh tim, besok kroscek kembali ke tim di," kata Irfan saat dikonfirmasi Metro melalui pesan WhatsApp, Minggu (7/6).
Pengecekan ulang dilakukan setelah muncul kekhawatiran warga terkait jarak galian yang dinilai terlalu dekat dengan kawasan permukiman.
Warga khawatir aktivitas pengerukan dengan kedalaman belasan meter itu dapat berdampak pada kondisi tanah di sekitar rumah mereka, terutama saat musim hujan atau ketika terjadi pergerakan tanah.
Hingga kini, aktivitas di lokasi proyek masih menjadi perhatian masyarakat setempat.
Penulis: Muh Sain
