METRO ONLINE, MAROS – Ratusan kepala keluarga (KK) di Dusun Corowalie, Desa Pabbentengan, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, dihantui kecemasan akibat aktivitas pengambilan material yang berada sangat dekat dengan permukiman mereka.
Warga khawatir aktivitas pengerukan tersebut dapat memicu longsor yang sewaktu-waktu mengancam keselamatan masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Metro, lokasi pengambilan material diduga untuk kepentingan pengembangan Pergudangan 88 itu hanya berjarak sekitar empat meter dari rumah warga.
Jarak yang sangat dekat tersebut memunculkan kekhawatiran terjadinya pergerakan tanah, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Sedikitnya lebih dari 200 KK disebut berpotensi terdampak apabila terjadi longsor di kawasan tersebut.
Warga mengaku tidak bisa menyembunyikan rasa was was mereka setiap kali melihat aktivitas alat berat beroperasi di sekitar lokasi.
Mereka menilai pengerukan tanah dalam jarak yang sangat dekat dengan permukiman dapat memengaruhi kestabilan struktur tanah di sekitar rumah warga.
"Kami khawatir kalau tanah terus dikeruk, apalagi lokasinya dekat sekali dengan rumah warga. Yang kami takutkan adalah longsor," ujar salah seorang warga.
Menurut warga, ancaman yang mereka hadapi bukan hanya kerusakan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa ratusan keluarga yang telah lama bermukim di kawasan tersebut.
Masyarakat berharap aktivitas pengerukan material tidak mengabaikan aspek keselamatan warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Selain rumah penduduk, warga juga mengkhawatirkan dampak terhadap akses jalan lingkungan dan lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Mereka meminta pemerintah daerah turun langsung melakukan peninjauan lapangan guna memastikan aktivitas tersebut tidak menimbulkan risiko bencana.
Warga menilai langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Menurut mereka, potensi longsor harus menjadi perhatian serius semua pihak mengingat banyaknya warga yang bermukim di sekitar lokasi pengerukan.
"Kami hanya ingin ada jaminan keselamatan. Jangan sampai nanti terjadi longsor baru ada tindakan," kata warga lainnya.
Keresahan warga semakin meningkat karena aktivitas pengambilan material disebut masih berlangsung hingga saat ini.
Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan kajian menyeluruh mengenai dampak aktivitas tersebut terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Warga juga meminta adanya transparansi terkait izin dan kajian teknis yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pengambilan material di kawasan itu.
Bagi warga Corowalie, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dibanding kepentingan pembangunan apa pun.
Mereka berharap suara dan kekhawatiran warga dapat didengar sebelum ancaman longsor benar-benar menjadi kenyataan.
Hingga kini, ratusan kepala keluarga di Dusun Corowalie masih menanti langkah konkret dari pihak berwenang untuk menjawab kekhawatiran mereka atas potensi longsor yang mengintai pemukiman warga.
Penulis: Muh Sain
