METRO ONLINE, Enrekang -- Suasana Kajari Enrekang Andi Fajar Anugrah Setiawan sedang menerima Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga terkesan agak janggal. Keduanya tokoh sentral dengan privilige (hak istimewa) masing masing di kabupaten Enrekang yang satu selaku eksekutif dan aparat Penegak hukum.
Dari sebaran medsos pertemuan keduanya didampingi kasi Intel/humas Hendro Saputro,SH bertempat diruang kerja Andi Fajar Anugerah Setiawan.
Pertemuan inipun diberi caption salah satu yang menjadi topik pembicaraan terkait langkah hukum kejaksaan dalam kasus penghilangan nyawa korban perempuan berinisial SS (44 th). Bupati Enrekang memberi atensi yang besar terhadap penanganan kasus itu.
Sinyalemen atas isu yang dibahas keduanya disamping soal kasus tertentu antara lain menyangkut kasus dugaan pembunuhan Pedagang bawang merah yang mendapat atensi masyarakat Enrekang hingga saat ini.
Kasus ini masih sedang ditangani penyidik Pidum Satreskrim Polres Enrekang artinya belum ada pelimpahan kasus tersebut. Berarti ada kasus menonjol lainnya yang kini sedang ditangani seperti naiknya penyidikan kasus dugaan korupsi Dinas LH TA 2025 serta proses Lid kasus dugaan korupsi perbankan PT.Bank Sulselbar Cab.Enrekang.
Tak hanya itu PR bagi APH di kabupaten Enrekang yang patut diduga kasus Dikbud Enrekang menjadi sorotan publik dana sertifikasi guru senilai 45 milyar menguap
, Indikasi ketidakjelasan alokasi dana desa Bumdes Enrekang, juga kisruh kades soal belum dibayar perangkat desa senilai 9 milyar.
Siapakah yang mendapatkan dana Utangan yang kini justru dibayar oleh APBD Enrekang . Dana pinjaman membiayai pada pihak IMC banyak proyek besar didanai tak berkontribusi riil pada ekonomi justru pembayaran cicilan pinjaman dana PEN per tahun 62 milyar.
Masih lagi adanya fakta lapangan seperti proyek pompanisasi TA senilai 32 milyar dinas pertanian TPHP dan Dinas peternakan Disnakin TA 2024 dikerja tahun 2025 sebagian besar bermasalah tak sepenuhnya terlaksana.
Sementara kasi Intel Kejari Enrekang Endro Adi Anggoro, S.H (29/8/2026) mengenai beragam informasi terkait adanya situasi komunikasi dan diskusi kedua pejabat ini di ruang kerja Kajari Enrekang ada yang jempol ada yang kontra.
Dikatakan kasi Intel Endro, kedatangan menuju ruang Kajari Enrekang bersamaan dengan peliput. Ya pak yang pas saya datang dengan yang kompres itu (peliput acara) pak.
"kemarin yang saya pas dipanggil untuk pembahasan keamanan penanganan perkara pidum itu yang sesuai isi yang meliput datang, yang kasus almarhumah salma itu pak. Hanya itu yang saya tahu," jelas Kasi Intel Endro Adi Anggoro, SH.
Syamsir Likumejang mengomentari atas beredar pertemuan itu, yang menjarah juga harus di proses sebagai pelajaran kepada mau bahwa klo ada masalah percayakanlah penangananya kepada pejabat yang berwewenang jangan justru buat masaalah baru.(mas)
Editor : Muh Sain
