-->
BADAN HUKUM " PT METRO MEDIA INDONESIA >>> AKT NO.13 TGL. 21-08-2018 SK. KEMENKUMHAM RI NO.AHU-0040828.AH.01.01. TGL. 29-08-2018 >>> Alamat Kantor Redaksi Jalan Yusuf Kallah No 31 Makassar



Jumat, November 03, 2023

Kepala Lapas Kelas IIA Parepare Buka Kegiatan Sosialisasi Program Psikoedukasi Dalam Peningkatan Bagi WBP

Kepala Lapas Kelas IIA Parepare Buka Kegiatan Sosialisasi Program Psikoedukasi Dalam Peningkatan Bagi WBP

METRO ONLINE PAREPARE- Lapas IIA Parepare Melaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Psikoedukasi Dalam Meningkatkan Resiliansi Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Negeri Pare.03/11/23

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Lapas IIA Parepare Totok Budiyanto, Amd.IP, SH. Hadir dalam pembukaan kegiatan sosialisasi tersebut : 

1. Muchamad Zaenal Fanani S.Sos.,M.M  selaku Kepala Seksi Bimnadik Lapas IIA Parepare,  

2. Simung, S.Ag, MM selaku Staf Bimkemas,

3. Nurul Fajriani, S. Psi. MSi selaku dosen BKI IAIN Parepare sekaligus Narasumber,

4. Mahasiswa IAIN Parepare dan Institut Andi Sapada Kota Parepare,

5. Warga binaan pemasyarakatan selaku peserta kegiatan.

Kepala Lapas IIA Parepare dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini diberikan untuk meningkatkan  resiliensi warga binaan agar mampu menyesuaikan ketika dihadapkan dalam situasi atau kondisi yang tidak menyenangkan, serta dapat menjawab sebuah tantangan-tantangan dari apa yang mereka hadapi. Kemudian adanya manfaat ketika warga binaan kembali dilingkungan keluarga dan masyarakat, ia dapat menjadi bermanfaat dan berguna bagi kehidupannya dan kehidupan orang lain. 

Hal ini sejalan dengan tujuan Sistem Pemasyarakatan. Kepala Lapas IIA Parepare mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor IAIN Parepare atas kepedulian dan perhatiannya selama ini kepada warga binaan Lapas IIA Parepare. 

Menurut Nurul Fajriani, S. Psi. MSi selaku dosen BKI IAIN Parepare sekaligus narasumber menyampaikan bahwa tujuan psikoedukasi adalah membantu individu atau kelompok mengembangkan kemampuan diri dan dukungan sosial dalam menghadapi tantangan tersebut, dan mengembangkan keterampilan coping untuk menghadapi tantangan tersebut (Griffith dalam Walsh, 2010). Sehingga program resiliensi sangat penting bagi warga binaan untuk dapat bangkit beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Konseling akan mendinamisasi kondisi warga binaan kapan harusnya succumbing (mengalah), survival (bertahan), recovery (pemulihan) dan Thiving (berkembang dengan pesat). Untuk mewujudkan kondisi tersebut diperlukan kematangan emosi, pengendalian diri, optimisme, analisa hubungan kausalitas, empati,  self efficacy, dan pencapaian. Resiliensi diri sangat penting selama warga binaan menjalani hukuman dan persiapan diri setelah bebas nantinya. 

Untuk itu kegiatan sosialisasi psikoedukasi dalam rangka meningkatkan resiliansi bagi warga binaan di Lapas IIA Parepare sangat penting untuk diberikan. Semoga kedepannya seluruh warga binaan dapat mengembalikan kepercayaan dirinya. 


Editor : Muh Sain 

Berita Terkait

Berita Lainnya

© Copyright 2019 METRO ONLINE | All Right Reserved