METRO ONLINE, GOWA - Seorang guru SMP 2 Kabupaten Gowa melakukan tindakan arogansi dengan menghalangi tugas wartawan dengan mengusir dan hendak merampas Handphone (HP) jurnalis. Selasa (28/6/2022).
Menurut keterangan jurnalis Media Metro Online, Herman Taruna bahwa ia mendapatkan perlakuan yang tidak sopan dari salah satu oknum guru saat ingin mengkonfirmasi tentang Pendaftaran siswa baru yang dimintai sejumlah uang kepada siswa yang mendaftar di SMP 2 dengan tarif 50 ribu persiswa sebagai uang jasa.
Diketahui oknum guru tersebut sering disapa Ibu Neng, selaku guru disekolah tersebut."Ya saya diusir, baju saya di tarik-tarik dan di dorong sambil dimarahin. Ibu itu juga mau merampas HP saya. Bukan hanya didorong saja, ibu itu marah – marah dan saya tanya kenapa saya diusir, ibu itu malah memanggil pemilik toko Sport Pa'fi, dijalan Andi Mallombasang", Ujar Herman Taruna.
Salah satu pemilik toko keluar dan mengatakan bahwa memang disini melayani pendaftaran online siswa baru, tapi membayar kalau pun itu mau di bantu, kalau tidak mau silahkan daftar sendiri.
Di tempat terpisah, Kadis Pendidikan kabupaten Gowa Taufiq Mursad saat di konfirmasi mengatakan bahwa, "Lapor saja kalau ada oknum melakukan hal seperti itu", Ucapnya.
Laporan: Tim Media