METRO ONLINE, ENREKANG --- Kasus pembunuhan pengusaha Bawang merah Salma (41 th) atau inisial S singgel parent oleh terduga pelaku Muh Arjuna Ranu (26 th) inisial MAR keduanya warga kecamatan Anggeraja, mayat S itu ditemukan (21 Agustus 2026) warga di tempat lain di desa Banua Kecamatan Bungin.
Penyidikan terduga tersangka MAR ditahan di Polres Enrekang dalam beberapa pekan hingga saat ini masih terus bergulir penyidikan di Satreskrim Polres Enrekang.
Dalam kasus memilukan merenggut nyawa inipun juga menyisakan kasus baru terjadinya penghancuran rumah kayu milik orang tua terduga pelaku MAR oleh massa di desa Tontonan, Polsek Anggeraja.
Rumah terbilang besar tersebut milik orang tua MAR yang juga didiami anak istri terduga pelaku telah hancur, seluruh isinya dan seluruh kerangka rumah tak lagi berwujud tempat tinggal.
Ironisnya selama proses penyidikan terduga pelaku, atas hancurnya kediaman keluarga terduga pelaku MAR ternyata tak satu pun keluarga merasa keberatan atas rumahnya rumah kayu tersebut dari tidak adanya bukti pelaporan terhadap pihak berwajib.
Dari sorotan publik atas kejadian ini Kasat Reskrim AKP. Dodie Ramaputra,SH.MH saat dikonfirmasi memberi penjelasan, jika dalam peristiwa penghancuran rumah di desa Tontonan Kecamatan Anggeraja dalam hal ini dikaitkan rumah terduga pelaku belum ada laporan keberatan.
"Dalam peristiwa pengrusakan rumahnya inikan sampai saat ini belum ada laporan keberatan pihak keluarga bersangkutan yang disampaikan pada polres Enrekang," ujar AKP. Dodie Ramaputra.(10/9/2026)
Pada peristiwa tersebut kejadiannya menjelang petang hingga malam hari pasca terduga pelaku MAR menyerahkan diri ke pihak berwajib Polsek Anggeraja dan demi keamanan digiring ke Polres Enrekang, akhirnya massa menyasar rumah pelaku.
Ratusan massa terkhabar menaiki tangga rumah dan atap rumah milik terduga pelaku yang sebelumnya dicari massa akan keberadaanya hingga membuat panik penghuninya.
Aksi pun (22 Agustus 2026) banyak direkam melalui dunia Maya dan aksi massa tampak didatangi Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga untuk mencegah serta aparat Polsek Anggeraja tapi tak digubris massa yang lagi geram tampak berlanjut aksi pembongkaran atap rumah hingga isinya dihancurkan.
Jelang tengah malam dan seisi rumah dikeluarkan paksa hingga hancur, aksi mereda dan warga kembali kediaman masing masing. Pada waktu shubuh hari itu dua armada Brimob tiba merapat ke TKP sudah dalam keadaan sepi massa.
Selanjutnya Kasatreskrim AKP. Dodie menerangkan pada saat kejadian untuk mencegah dan pengamanan telah di back up Sat Brimob yang diterjunkan ke lokasi.
"Polres Enrekang telah melakukan gerak cepat meminta bantuan satuan brimob untuk membackup dan melakukan pengamanan di TKP,"ulas AKP. Dodie Ramaputra,SH.MH.(mas)
Editor : Muh Sain
