METRO ONLINE, BARRU – Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas IIB Barru, Hardiman, terus mendorong program pemberdayaan warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif selama lima bulan memimpin Rutan Barru.
Hal tersebut disampaikan Hardiman saat menerima kunjungan wartawan Metro Online, Minggu (28/6).
Menurutnya, program yang dijalankan merupakan bagian dari upaya mengimplementasikan program aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada sektor pembinaan dan kemandirian warga binaan.
"Selama saya di sini, salah satu yang harus saya lakukan adalah melaksanakan program aksi Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Salah satunya melalui pemberdayaan warga binaan dengan program kemandirian," kata Hardiman.
Dia menjelaskan, sejumlah kegiatan usaha telah dirintis di dalam lingkungan Rutan Barru.
Di antaranya, kata dia, produksi paving block yang memanfaatkan material FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) melalui kerja sama dengan PLTU Kabupaten Barru.
Selain itu, terdapat usaha pencucian kendaraan, kegiatan perkebunan, pembuatan furnitur kafe berupa bangku dan meja, hingga produksi sabun cuci piring yang saat ini telah digunakan untuk kebutuhan internal rutan.
"Ada juga kegiatan yang baru kami rintis, yakni pembuatan sabun cuci piring dan saat ini sudah digunakan untuk kebutuhan internal," ujarnya.
Hardiman menambahkan, warga binaan juga dilibatkan dalam pengelolaan barbershop dan warung kopi dengan sistem ekspres yang dijalankan melalui kerja sama dengan BAZNAS Barru.
Menurutnya, seluruh unit usaha tersebut berada di bawah pengelolaan petugas yang ditunjuk sebagai penanggung jawab. Evaluasi dilakukan secara berkala setiap bulan guna memantau perkembangan usaha, kendala yang dihadapi, serta capaian omzet.
"Kami rutin mengadakan pertemuan setiap bulan untuk melihat progres kegiatan, kendala yang dihadapi, dan omzet yang diperoleh. Kami juga telah bekerja sama dengan BRI. Untuk usaha yang berkontribusi pada PNBP, perputaran dananya bisa mencapai Rp7 juta hingga Rp8 juta per bulan," jelasnya.
Ia menilai capaian tersebut cukup positif untuk usaha yang masih dalam tahap pengembangan.
Lebih jauh, program-program kemandirian tersebut juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan kerja selama menjalani masa pembinaan.
Dari total sekitar 285 warga binaan yang menghuni Rutan Barru, sekitar 27 persen di antaranya telah terlibat dalam berbagai kegiatan produktif yang tersedia.
"Alhamdulillah, program-program yang kami jalankan mampu menyerap sekitar 27 persen warga binaan dan sejauh ini berjalan dengan baik," tutup Hardiman.
Penulis: Muh Sain


