Belajar dari Balik Tembok Rutan, Warga Binaan Barru Racik Sabun Cuci, Bekal Masa Depan

Advertisement

Belajar dari Balik Tembok Rutan, Warga Binaan Barru Racik Sabun Cuci, Bekal Masa Depan

Metro Online
Jumat, 17 Juli 2026

METRO ONLINE, BARRU – Warga binaan Rutan Kelas IIB Kabupaten Barru terus dibekali berbagai keterampilan melalui program pembinaan kemandirian.


Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah pembuatan sabun cuci yang melibatkan warga binaan sebagai peserta pembinaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Barru, Hardiman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke masyarakat.


“Pembuatan sabun cuci ini menjadi salah satu kegiatan yang terus kami tekuni dalam program pembinaan warga binaan. Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang bernilai dan bisa digunakan sebagai bekal hidup,” kata Hardiman.


Menurutnya, keterampilan membuat sabun cuci memiliki prospek yang cukup baik karena produknya dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.


Selain memberikan pengetahuan tentang proses produksi, kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan semangat kerja dan kemandirian warga binaan.


Hardiman menjelaskan warga binaan diajarkan mulai dari pengenalan bahan baku, proses pencampuran, hingga pengemasan produk agar memiliki pemahaman yang utuh mengenai proses pembuatan sabun cuci.


“Kami berharap keterampilan ini tidak hanya bermanfaat selama mereka berada di dalam rutan, tetapi juga bisa menjadi modal usaha ketika mereka bebas nanti,” ujarnya.


Ia menambahkan, pembinaan kemandirian merupakan salah satu fokus yang terus dikembangkan oleh pihak rutan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter warga binaan.


Dengan memiliki keterampilan kerja, warga binaan diharapkan lebih siap menjalani kehidupan yang produktif dan mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.


“Harapan kami, ketika kembali ke tengah masyarakat mereka memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja atau membuka usaha sendiri sehingga bisa menjalani kehidupan yang lebih baik,” tutup Hardiman.



Penulis: Muh Sain