METRO ONLINE, BULUKUMBA – Aroma dugaan mafia BBM subsidi kembali menggerogoti SPBU 74.925.33 Bintaroe, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Minggu (13/6).
Pasalnya, di saat sopir dan masyarakat kecil harus menahan kesabaran berjam-jam di antrean, puluhan jeriken justru terlihat diduga bebas menyedot solar subsidi dalam jumlah besar.
Pemandangan yang terekam di lokasi pada Kamis (11/6) lalu itu memunculkan pertanyaan keras: untuk siapa sebenarnya solar subsidi disalurkan? Untuk rakyat yang membutuhkan, atau justru untuk pihak-pihak tertentu yang diduga memanfaatkan celah distribusi?
Berdasarkan pantauan di lapangan, seorang pria berinisial HA terlihat sibuk mengangkut jeriken ke atas mobil pikap hitam yang terparkir di area SPBU.
Aktivitas tersebut berlangsung di depan mata publik dan sontak memantik kemarahan para pengguna kendaraan solar yang selama ini mengeluhkan panjangnya antrean.
"Kadang kami antre berjam-jam, sementara jeriken seperti lebih diprioritaskan," ungkap seorang sopir dengan nada kecewa.
Ironisnya, praktik pengisian solar subsidi menggunakan banyak jeriken bukan lagi pemandangan asing.
Modus seperti itu selama bertahun-tahun kerap menjadi pintu masuk dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat kecil, bukan menjadi komoditas yang diperjualbelikan demi keuntungan segelintir pihak.
Saat dikonfirmasi, Manajer SPBU Bintaroe, Anri, membantah adanya praktik ilegal dan menjelaskan bahwa solar yang diangkut tersebut merupakan jatah nelayan.
Parahnya, Anri bahkan menyebut kuota yang disalurkan mencapai 1.000 liter per pekan.
"Nelayan itu. Seribu liter kuotanya per minggu. Sesuai ji itu," kata Anri melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Kamis (11/6) lalu.
Hingga saat ini, pihak SPBU belum dimintai tanggapan lebih lanjut mengenai aktivitas tersebut.
Penulis: Muh Sain
