METRO ONLINE, PANGKEP-- Bencana Alam berupa angin kencang melanda wilayah Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, pada Senin pagi, 12 Januari 2026. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.45 Wita dan mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, khususnya pada bagian atap.
Angin kencang disertai curah hujan tinggi menerjang kawasan Kampung Bonto Panno dan Kampung Bonto Jai, Kelurahan Sibatua. Kondisi cuaca ekstrem tersebut berlangsung cukup singkat, namun cukup kuat hingga merusak beberapa bangunan rumah milik warga setempat.
Mengetahui kejadian tersebut, personel Polsek Pangkajene melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Sibatua, Aiptu Amirullah, SH, langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan, pendataan awal, serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Adapun rumah warga yang terdampak angin kencang di antaranya milik Candra Trisora (48), seorang buruh harian lepas yang berdomisili di Jalan AM. Dg. Paratte, Kampung Bonto Jai. Akibat kejadian tersebut, rumah korban mengalami kerusakan pada bagian atap dengan estimasi kerugian material sekitar Rp4.500.000.
Korban lainnya yakni Sulaiman (42), buruh harian lepas yang tinggal di Kampung Bonto Panno, Kelurahan Sibatua. Rumah miliknya mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap akibat terpaan angin kencang, dengan taksiran kerugian material mencapai Rp15.500.000.
Selain itu, rumah milik Rudi Suaib (42), seorang wiraswasta yang beralamat di Jalan H. Dg. Pawangun, Kampung Bonto Panno, juga terdampak bencana tersebut. Kerusakan yang dialami korban ditaksir menimbulkan kerugian material sekitar Rp3.500.000.
Beruntung, dalam peristiwa bencana alam tersebut tidak terdapat korban jiwa. Seluruh warga dilaporkan dalam kondisi selamat, meskipun harus mengalami kerugian harta benda akibat kerusakan rumah.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kelurahan Sibatua bersama Polsek Pangkajene dan Koramil Minasatene telah melakukan pendataan awal terhadap para korban bencana alam angin kencang. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk langkah penanganan selanjutnya serta pengajuan bantuan bagi warga terdampak. Pemerintah dan aparat keamanan juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
(Thiar)

