Wujudkan Asimilasi Produktif, Lapas Tolitoli Manfaatkan Lahan Branggang untuk Budidaya Hortikultura

Advertisement

Wujudkan Asimilasi Produktif, Lapas Tolitoli Manfaatkan Lahan Branggang untuk Budidaya Hortikultura

Kamis, 07 Agustus 2025

METRO ONLINE Tolitoli, 7 Agustus 2025 — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tolitoli terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif dan edukatif bagi Warga Binaan. Salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut adalah pemanfaatan lahan branggang sebagai Sarana Asimilasi dan Edukasi melalui kegiatan budidaya tanaman hortikultura.

Empat orang warga binaan yang telah memenuhi syarat dan lulus sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) diberi kepercayaan untuk mengelola lahan pertanian ini. Tanaman yang dibudidayakan antara lain bayam, sawi, kangkung, dan terong, dengan hasil panen mencapai rata-rata 150 kilogram sayuran segar setiap bulannya.

Kepala Lapas Kelas IIB Tolitoli, Muhammad Ishak, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan integratif. “Melalui program ini, kami ingin menanamkan semangat ‘berkarya tanpa batas di tempat yang terbatas’. Warga binaan tidak hanya dilatih secara teknis di bidang pertanian hortikultura, tetapi juga diberdayakan secara ekonomi melalui sistem premi,” ujar Ishak.

Hal senada disampaikan oleh Frengki, Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Tolitoli. Ia menekankan bahwa program pertanian ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat setelah warga binaan bebas. “Kami tidak hanya fokus pada hasil produksi, tetapi lebih kepada transfer ilmu dan pengalaman kerja nyata. Harapannya, ketika kembali ke masyarakat, mereka siap berdaya secara mandiri,” ungkapnya.

Salah satu warga binaan, Zainudin, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari keterlibatannya dalam program ini. “Saya bersyukur bisa ikut kegiatan ini. Selain dapat premi yang bisa saya kirim untuk keluarga di rumah, saya juga belajar banyak tentang cara menanam dan merawat sayuran. Ilmu ini akan sangat membantu saya nanti setelah keluar,” tuturnya dengan penuh semangat.

kegiatan ini juga sejalan dengan Sapta Arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, dalam mengimplementasikan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, sebagai bagian dari komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Melalui kegiatan ini, Lapas Tolitoli tidak hanya fokus pada aspek keamanan dan pembinaan, tetapi juga menumbuhkan semangat produktivitas dan kemandirian bagi para warga binaan sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat.


Editor : Muh Sain