-->
BADAN HUKUM " PT METRO MEDIA INDONESIA >>> AKT NO.13 TGL. 21-08-2018 SK. KEMENKUMHAM RI NO.AHU-0040828.AH.01.01. TGL. 29-08-2018 >>> Alamat Kantor Redaksi Jalan Yusuf Kallah No 31 Makassar





Senin, Agustus 23, 2021

Kenang 40 Hari Sang Istri, Gubernur Sultra Gelar Ritual Memberi Makan Anak Yatim

Kenang 40 Hari Sang Istri, Gubernur Sultra Gelar Ritual Memberi Makan Anak Yatim

METRO ONLINE,KENDARI - Mengenang 40 hari kepergian almarhumah istri Gubenur Sulawesi Tenggara, Hj Agista Ariani Bombay, keluarga Ali Mazi melaksanakan Ritual memberi makan kepada anak yatim piatu yang disebut “Pekande Ana-ana Maelu" di salah satu panti asuhan di Kota Kendari, Sabtu (21/8/2021).

Selain melakukan ritual Pekande Ana-ana Maelu, Gubernur Ali Mazi juga menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu di Panti Asuhan Alfitrah berupa uang pembinaan kepada pimpinan pondok pesantren.

Anak yatim piatu dari Panti Asuhan Alfitrah menerima santunan dari Gubernur Ali Mazi yang diserahkan oleh Asrun Lio. 

Penyerahan dilakukan oleh Pembina KKBB Provinsi Sultra, Drs Asrun Lio M.Hum Ph.D mewakili gubernur yang menyerahkan kepercayaan sepenuhnya untuk melaksanakan ritual tersebut.

Menurut  Ketua Dewan Penasehat Rukun Keluarga Moronene, Asrun Lio, tradisi Pekande Ana-Ana Maelu ini merupakan tradisi Kesultanan Buton yang dilaksanakan sejak masuknya ajaran Islam di kesultanan tersebut, dan terus dilakukan selama empat abad lebih, sehingga sampai kini masyarakat Buton terus mempertahankan tradisi ini

Ritual Pakande Ana-ana Maelu untuk mengenang 40 hari mendiang Agista Ali Mazi. 

Melalui tradisi memberi makan anak yatim piatu tersebut, Gubernur Ali Mazi secara pribadi mengenang 40 hari kepergian sang istri, yang tepatnya jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Agustus 2021 di Panti Asuhan Alfitrah.

“Tradisi ini sering dilakukan warga Kota Baubau maupun Buton untuk memperingati 10 Muharam, meminta keselamatan kepada Allah SWT melalui doa-doa para anak yatim piatu, agar dijauhkan dari bala maupun bencana. Demikian juga harapan Pak Gubernur agar masyarakat Sultra cepat terhindar dari COVID-19, yang kini tengah melanda hampir seluruh wilayah di dunia,” terang Kadis Dikbud Sultra ini.

Mengungkapkan, secara pribadi maupun sebagai Pembina KKBB Provinsi Sultra, dirinya merasa terhormat mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan ritual tersebut, dalam rangka mengenang kepergian almarhumah Hj Agista Ariani Bombay, yang bertepatan dengan bulan Muharam dan Hari Asyura.

“Bapak H Ali Mazi SH  mengharapkan doa dari anak-anak yatim piatu, yang kebetulan hari ini bertepatan dengan peringatan 40 hari berpulangnya istri beliau. Saya mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan ritual ini, yang dilaksanakan di luar Rujab Gubernur Provinsi Sultra," ungkap Asrun Lio

Tentu kegiatan doa bersama juga tetap terlaksana di kediaman gubernur, baik dari hari pertama hingga hari ke-40. Mewakili pihak keluarga, Asrun Lio tak henti-hentinya meminta doa tulus dari masyarakat Sultra untuk almarhumah.

Dia pun meyakini, kebahagiaan yang dirasakan oleh anak-anak yatim piatu akan perhatian dari pemerintah, baik secara institusi maupun pribadi, walaupun nilainya tidak seberapa, insya Allah dapat bernilai ibadah. Terlebih sesuai pesan Baginda Rasulullah agar tak lupa memuliakan anak yatim.

Di dalam ritual ini, anak yatim mendapatkan kasih sayang, seperti disuapi makanan hingga diberikan santunan. Melalui ritual Pekande Ana-ana Maelu, semoga anak-anak yatim piatu ini merasa bahagia karena mendapatkan perhatian.

"Dan melalui kebahagian tersebut dapat mengantarkan harapan dan doa para pimpinan di Pemprov Sultra kepada Sang Pencipta, agar selalu diberi kekuatan dan kesehatan melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, daerah segera terhindar dari COVID-19, dan almarhumah Ibu Hj Agista Ariani Bombay mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin,” pungkasnya. (*)



Editor : Muh Sain

Berita Terkait

Berita Lainnya

© Copyright 2019 METRO ONLINE | All Right Reserved