-->
BADAN HUKUM " PT METRO MEDIA INDONESIA >>> AKT NO.13 TGL. 21-08-2018 SK. KEMENKUMHAM RI NO.AHU-0040828.AH.01.01. TGL. 29-08-2018 >>> Alamat Kantor Redaksi Jalan Yusuf Kallah No 31 Makassar

Rabu, Juli 21, 2021

Asun ditemukan meninggal sendiri tanpa diketahui warga penuba kecamatan selayar

Asun  ditemukan meninggal sendiri tanpa diketahui warga penuba kecamatan selayar

METRO ONLINE LINGGA--Setelah melaksanakan sholat idul adha ,masyarakat desa penuba di gegerkan dengan  penemuan mayat di dalam rumah warga yang terletak di jalan merdeka Desa penuba kecamatan Selayar kabupaten lingga pada Selasa (20/07/2021) sekira pukul 09.00 wib.

Diketahui korban bernama Asun (63) warga R t 02 , R w 01 Dusun 1 Desa penuba , kecamatan selayar ,agama Budha.

Kronologisnya di temukan mayat tersebut ,Berawal dari tetangga korban Sakwe, yang curiga sudah beberapa hari ini korban tidak nampak ,dan tidak ada aktivitas di dalam rumahnya, akhirnya Sakwe menemui Hekiang yang juga tetangga korban, untuk melihat di dalam rumah korban.

"Saya bergegas  membuka pintu rumah korban, baru saja pintu terbuka bau menyengat pun tercium oleh Sakwe dan Hekiang, akhirnya beliau mundur dan melaporkan kepada pihak keamanan  sekira pukul 09.00 Wib." Ucap Hikiang.masih kata Hikiang , "Korban tinggal sendiri di dalam rumah." tutupnya. 

Kapolsek Daik Lingga, IPTU Idris, S.E., S y., M.H melalui Kapolsubsektor penuba, Aipda  Andi Saputra ketika di konfirmasi melalui konprensi pers menjelaskan,

"Dari pertama kali kami menerima laporan warga ada penemuan mayat. Kami  tim  yang tergabung dari TNI , Basarnas beserta pihak UPT Puskesmas penuba, bergerak bersama menuju ke Tempat kejadian perkara , dan setelah kami melihat ke dalam dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan unsur tindak pidana kekerasan ataupun motif pembunuhan." Kata Andi Saputra.

Dari hasil pemeriksaan pihak UPT Puskesmas penuba , Dr Sarah mengatakan "dengan melihat kondisi korban ini jelas meninggalnya korban di perkirakan sudah tiga hari, untuk dari hasil pemeriksaan sementara korban mengalami hipertensi ,kuat dugaan mengalami pecahnya pembuluh darah." Ucapnya.

Ditempat yang sama P j s Kepala desa penuba, Herri, juga menjelaskan , yang kami ketahui  "memang korban punya riwayat penyakit  kolestrol dan beberapa penyakit lain, di katagori kan sudah komplikasi." Jelas Herri.


Sumber: Awalludin

Editor    :Pendy

Berita Terkait

Berita Lainnya

© Copyright 2019 METRO ONLINE | All Right Reserved