METRO ONLINE Maros, Sulsel- upaya pencarian pesawat jenis ATR 24-500 yang dilaporkan hilang kontak di wilayah pegunungan bulusaraung Kabupaten Maros dan pangkep terus diintensifkan. Guna mempercepat proses evakuasi dan koordinasi di lapangan, Polres Maros secara resmi menggelar Operasi Kemanusiaan Aman Nusa.
Fokus utama operasi ini adalah penyisiran titik koordinat terakhir jatuhnya pesawat serta evakuasi para korban.
Sebanyak 100 personel Polres Maros dikerahkan dalam Operasi Kemanusiaan Aman Nusa yang difokuskan pada misi pencarian dan penyelamatan korban pesawat ATR 24-500. Operasi ini melibatkan tim gabungan dari berbagai Satuan.
Kapolres Maros melalui Kasi Humas Polres Maros AKP Ahmad menyatakan bahwa medan yang cukup berat dan kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Saat ini, titik pencarian dikonsentrasikan pada area hutan lebat di kawasan pegunungan Maros pangkep yang diduga menjadi lokasi jatuhnya badan pesawat.
"Hari ini kita menggelar Operasi Aman Nusa sebagai bentuk respons cepat kepolisian dalam misi kemanusiaan. Fokus utama kita adalah mendukung personel SAR gabungan dilapangan dalam pencarian korban pesawat ATR 24-500 dan memprioritaskan pencarian korban secepat mungkin. Kami juga telah mendirikan Posko di Kecamatan Bantimurung dan Cenrana." Kata Kasi Humas AKP Ahmad, S.Sos., M.H, Senin (19/1/2026).
"Dalam operasi ini, Polres Maros melibatkan 100 personel gabungan dari berbagai fungsi termasuk SAR Samapta dan kedokteran kepolisian," ujarnya.
Hingga saat ini, update terakhir serpihan pesawat sudah ditemukan termasuk satu orang korban masih dalam proses pendataan, dan tim medis telah disiagakan di kaki gunung untuk melakukan penanganan pertama setelah proses evakuasi berhasil dilakukan.
Editor : Muh Sain
