-->
BADAN HUKUM " PT METRO MEDIA INDONESIA >>> AKT NO.13 TGL. 21-08-2018 SK. KEMENKUMHAM RI NO.AHU-0040828.AH.01.01. TGL. 29-08-2018 >>> Alamat Kantor Redaksi Jalan Yusuf Kallah No 31 Makassar

Sabtu, Juni 20, 2020

Masyarakat Mulai Khawatir Dengan Virus Corona,Iqbal Suhaeb Himabau Di Rumah Saja

Masyarakat Mulai Khawatir Dengan Virus Corona,Iqbal Suhaeb Himabau Di Rumah Saja

METRO ONLINE,Makassar -- Covid-19 sudah mulai menjadi kekhawatiran masyarakat di Kota Makassar menyusul diumumkannya pasien yang positif virus Corona oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, Kamis malam 19 Maret 2020.

Kekhawatiran itu mulai tampak pada sejumlah perbincangan di grup aplikasi percakapan WhatsApp, seperti pertanyaan mereka tentang broadcast tidak jelas tentang informasi penambahan jumlah pasien diduga Corona beserta kondisi rumah sakit yang kabarnya sudah kewalahan menampung pasien.

Pejabat Wali Kota Makassar, Muhammad Iqbal Samad Suhaeb, meminta kepada warga agar tetap di rumah dan tidak keluar jika tak memiliki kepentingan mendesak.

"Virus corona ini begitu cepat penyebarannya. Olehnya itu, mohon kurangi dulu berada di tempat keramaian, dan jika harus keluar rumah memang dalam keadaan mendesak saja," ujarnya di hadapan jamaah Masjid Al Fatah, Jalan Hertasning Timur Kelurahan Kassi-Kassi, Kecamatan Rappocini, Jumat (20/3/2020).

Menurut Iqbal, masyarakat harus senantiasa menjaga kebersihan agar mata rantai penyebaran virus Corona bisa terputus. Tak lupa pula ia sampaikan agar selalu berdoa agar terhindar dari segala bencana.

"Virus atau sakit apapun itu jika kita menjaga kebersihan diri dan lingkungan, maka insya  Allah kita akan terhindar. Rajin cuci tangan menggunakan sabun itu yang harus di lakukan sekarang sembari berdoa agar musibah non-bencana ini segera berakhir," tuturnya.

Terkait ketersediaan stok darah, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar, Syamsu Rizal, memastikan stok masih bertahan lima sampai sepuluh hari kedepan.

“Kita tetap bekerja menjaga ketersediaan. Apalagi saat ini kita tengah berada di bawah ancaman virus Covid-19, yang berimplikasi pada menurutnya animo orang untuk melakukan donor darah," tuturnya.

Deng Ical, sapaannya, mengakui bahwa memang sejumlah lembaga donor darah menunda kegiatanuntuk menghindari terjadinya kerumunan.

"Namun, kalau kita taktisi dengan membuat SOP sebelum mendonor, yakni dilakukan penyemprotan disinfektan di lokasi pengambilan darah, dan itu disusul lagi setelah kegiatan selesai, termasuk juga ketersediaan masker dan juga tempat cuci tangan di area donor darah,"

Laporan : Yuliana / A. Gusthi

Berita Terkait

Berita Lainnya

© Copyright 2019 METRO ONLINE | All Right Reserved