METRO ONLINE, SIDRAP – Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidenreng Rappang menerima ijazah Program Pendidikan Kesetaraan Paket C setelah berhasil menyelesaikan proses pembelajaran selama menjalani masa pembinaan.
Penyerahan ijazah berlangsung di Aula Rutan Sidrap Rabu (8/7) dan menjadi salah satu bentuk komitmen pihak rutan dalam meningkatkan kualitas pembinaan melalui bidang pendidikan.
Program pendidikan kesetaraan tersebut terlaksana berkat kerja sama antara Rutan Kelas IIB Sidenreng Rappang dengan PKBM Pondok Pesantren Al-Irsyad sebagai mitra pendidikan.
Para warga binaan yang menerima ijazah dinilai telah menunjukkan semangat dan ketekunan dalam mengikuti proses belajar hingga tuntas.
Pihak rutan berharap ijazah yang diterima dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk melanjutkan pendidikan maupun meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan setelah bebas nantinya.
Tak hanya penyerahan ijazah, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan Piagam Penghargaan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan kepada PKBM Pondok Pesantren Al-Irsyad.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan komitmen lembaga pendidikan itu dalam mendukung pelaksanaan program pembinaan pendidikan di lingkungan Rutan Sidrap.
Kerja sama antara Rutan Sidrap dan PKBM Al-Irsyad dinilai menjadi salah satu langkah nyata dalam menghadirkan pembinaan yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui program tersebut, warga binaan tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga kesempatan memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Pihak Rutan Sidrap menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna menghadirkan program pembinaan yang humanis dan berkelanjutan.
Langkah itu sejalan dengan tujuan pemasyarakatan untuk membentuk warga binaan menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, serta siap berintegrasi kembali sebagai anggota masyarakat yang produktif.
Editor: Muh Sain
