-->
BADAN HUKUM " PT METRO MEDIA INDONESIA >>> AKT NO.13 TGL. 21-08-2018 SK. KEMENKUMHAM RI NO.AHU-0040828.AH.01.01. TGL. 29-08-2018 >>> Alamat Kantor Redaksi Jalan Yusuf Kallah No 31 Makassar





Kamis, Juni 02, 2022

Ini Rangkaian Acara Menjelang Prosesi Pemakaman Pensiunan PNS TNI 1414/Tator

Ini Rangkaian Acara Menjelang Prosesi Pemakaman Pensiunan PNS TNI 1414/Tator

METRO ONLINE, TORAJA UTARA - Suku Toraja salah satu suku yang terkenal di Provinsi Sulawesi Selatan. Selain Rumah Adat serta objek wisatanya dan Pemandangannya yang indah, juga terkenal dengan Rambu Solo' (Upacara Kematian). 

Tak tanggung-tanggung, Upacara Rambu Solo' kalangan Puang (Bangsawan) Suku Toraja bisa menghabiskan dana ratusan juta hingga Miliaran rupiah sekali pelaksanaan. Konon, semua itu dilakukan sebagai penghormatan terakhir bagi orang yang meninggal. 

Keunikan lain kalangan Puang/Bangsawan Toraja, jenazahnya disimpan selama bertahun- bertahun dalam rumah atau Tongkonan hingga upacara kematian dilaksanakan. Pasalnya, belum dianggap benar-benar pergi (meninggal) sebelum rangkaian upacara kematian (Rambu Solo') rampung keseluruhan. 

Prosesi Rambu Solo' terbagi dalam beberapa tingkatan tergantung tingkat ke-Bangsawanan/kasta seseorang. 

Sama halnya dengan Almarhumah Paulina Tanna atau Nenek Linggi' (Ibu dari John Palinggi Patandeanan) di Dusun Sanglonga, Kelurahan Palawa, Kecamatan Sesean, Toraja Utara. 

Acara kematian Nenek Linggi' sendiri disebut Sapu Randanan Sarrin Bone-Bone, yang merupakan tingkatan tertinggi Rambu Solo' Suku Toraja. 

Setelah beberapa tahun disimpan dirumah Tongkonan Ne' Baddu-Dau, jenazah Bangsawan ini akan diupacarakan pada 16-30 Juni 2022 mendatang. 

Menjelang prosesi rangkaian pemakaman Pensiunan PNS TNI 1414 TATOR ini, dua bulan sebelumnya mulai dibangun lantang (pondok) bagi para tamu dan keluarga yang hadir menyatakan duka citanya. 

Martinus Tangkeallo keluarga Almarhumah sekaligus Sekretaris Panitia Rambu Solo' mengatakan bahwa,Pada bulan Februari  lantangnya (pemondokan) sudah mulai dibangun. Hingga hari ini masuk bulan Mei sudah rampung sekitar 90 % (persen). 

"Pelaksanaan prosesi pemakaman pada bulan Juni mendatang, yang di rangkaikan dalam berapa agenda kegiatan Upacara kematian. Yakni pada tanggal 16 Juni Ma'rampun Tedong, tanggal 17 istirahat acara,tanggal 18-21  Ma' Pasa' Tedong/Ma' Pasilaga, di perkirakan pukul 14.00 akan di rangkaikan acara Mak parokko Alang. Tanggal 22 ibadah Mak parokko alang, tanggal 23 Ma' Palao, tanggal 24 ibadah Mak Palo, tanggal 25 menerima tamu, 

tanggal  27 ma' Sanduk.dan lain-lain", Ujarnya. 

Mantan Camat Sesean Suloara' yang akrab disapa Papa' Cindy berharap pergelaran Adat Budaya dalam rangkaian upacara Rambu Solo' ini bisa menjadi penarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Toraja. 

"Kita berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, tidak sekedar melaksanakan pemakaman namun bisa menjadi daya tarik turis domestik maupun mancanegara untuk datang menyaksikan kekayaan budaya Toraja," Harapnya. ( Asri )


Editor: Muh. Sain

Berita Terkait

Berita Lainnya

© Copyright 2019 METRO ONLINE | All Right Reserved