-->
BADAN HUKUM " PT METRO MEDIA INDONESIA >>> AKT NO.13 TGL. 21-08-2018 SK. KEMENKUMHAM RI NO.AHU-0040828.AH.01.01. TGL. 29-08-2018 >>> Alamat Kantor Redaksi Jalan Yusuf Kallah No 31 Makassar





Sabtu, Oktober 30, 2021

Gerak Cepat, Kurang dari 10 Menit Polsek Baraka Polres Enrekang Amankan Pelaku Penganiayaan Siswa Sekolah

Gerak Cepat, Kurang dari 10 Menit Polsek Baraka Polres Enrekang Amankan Pelaku Penganiayaan Siswa Sekolah

METRO ONLINE,ENREKANG--, Polsek Baraka berhasil mengamankan terduga penganiayaan seorang siswa yang terjadi di lingkungan Rumbo, Kelurahan Tomenawa, Kecamatan Baraka.

Korban penganiaan berinisial AE (18) Pelajar, alamat Dusun Bakah, Desa Perangian, Kecamatan Baraka terpaksa di rawat di puskesmas baraka akibat mengalami luka robek di bagian kepala.

Kapolres Enrekang AKBP Dr. Andi Sinjaya, SH, S.IK, MH membenarkan adanya kejadian penganiayaan yang terjadi di Kecamatan Baraka.

"Benar telah terjadi penganiayaan dan berkat respon cepat kurang dari 10 menit setelah kejadian Polsek baraka berhasil mengamankan seorang terduga penganiayaan berinisial MM (18) Pelajar, alamat Dusun Gura, Desa Buntu Mondong, Kecamatan Buntu  Batu bersama 6 orang rekannya," ungkapnya.

Beliau menuturkan, kejadian bermula ketika korban AE berboncengan bersama rekannya  melintas dari arah Baraka menuju jalan poros Pasui.

Lanjut, terduga pelaku pada saat itu bersama kawan-kawannya yang kebetulan sedang menunggu lawannya untuk tawuran namun lawan yang di tunggu tidak kunjung datang dan  tiba-tiba korban melintas dan di hadang oleh MM dan rekan-rekannya.

"Pada saat itu pula terjadi penganiayaan oleh MM dengan memukul korban dengan menggunakan sebuah kursi kayu," terang Kapolres Enrekang.

Akibat penganiayaan tersebut korban mengalami luka robek pada bagian kepala dengan panjang 8 cm.

Dari hasil interogasi, dari 7 orang yang diamankan, hanya 1 orang yang melakukan pemukulan yakni terduga MM.

"Dari kejadian tersebut, Kami akan mempertemukan kedua belah pihak dengan menghadirkan kedua orang tua korban dan terduga, Kepala desa, Camat setempat serta pihak sekolah sebagai upaya untuk meredam berkembangnya konflik antar kedua bela pihak," tutupnya.


Editor : Muh Sain

Berita Terkait

Berita Lainnya

© Copyright 2019 METRO ONLINE | All Right Reserved