-->
BADAN HUKUM " PT METRO MEDIA INDONESIA >>> AKT NO.13 TGL. 21-08-2018 SK. KEMENKUMHAM RI NO.AHU-0040828.AH.01.01. TGL. 29-08-2018 >>> Alamat Kantor Redaksi Jalan Yusuf Kallah No 31 Makassar





Kamis, September 01, 2022

Setelah Dua Minggu Berlangsung, Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia Tutup Acara Magical Toraja

Setelah Dua Minggu Berlangsung, Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia Tutup Acara Magical Toraja

METRO ONLINE, TATOR - Dalam rangka memperingati hari jadi Toraja ke 775 dan HUT Kab.Tana Toraja yang ke 65 diselenggarakan acara penutupan oleh Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) di Pasar Seni Makale Kelurahan Bombongan Kecamatan  Makale Kab. Tana Toraja. Rabu (31/08/2022). 

Magical Toraja yang berlangsung ramai selama dua Minggu di pasar seni menampilkan berbagai macam kegiatan perlombaan dan hari penutupan di banjiri para pengunjung serta artis Tindoki Band dan artis dero Poso Veny Dosu bersama Riska Umburante hadir mengisi acara penutupan. 

Penutupan Magical Toraja di hadiri oleh Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung,Staf ahli gubernur Sulsel Since Lamba', Kapolres Tana Toraja AKBP Juara Silalahi S.I.K,Dandim 1414/ Tator Letkol Inf. Monfi Ade Candra S.I.P, M.Han, Ketua DPRD Kab. Tator Welem Sombo Linggi. 

Ketua Umum PMTI Mayjen Purn. TNI Yulius Selfanus Lumba,Ketua Pengadilan Tator Ricart Erwin Basoeki, SH.MH,Danramil 01/Makale Kapten Inf. Uda Kala' Lembang, Anggota DPRD Sulsel Jhon Rende Mangontan,Kadis Perpustakaan Tana Toraja Cristal Ranteallo serta Para tamu undangan beserta pengunjung. 

Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia Mayjen Purn TNI Yulius Selfanus Lumba dalam sambutananya mengatakan, diharapkan PMTI di Toraja semakin meningkat dan mendukung ekonomi masyarakat di sekitar serta Megical Toraja agar dilaksanakan setiap tahun demi mengangkat budaya Toraja dan meningkatkan Pariwisata di Toraja Utara dan Tana Toraja. 

"Dalam rangka PMTI kita sama-sama merayakan hari jadi Toraja yang ke-775 dan hari kemerdekaan RI yang ke-77 dan guna menyambut G20 di bulan November mendatang", Ujarnya. 

Semua rangkaian kegiatan dan seiring juga ulang Tahun kabupaten Tana Toraja yang ke -65 tentunya Rangkaian kegiatan Megical Toraja akan makin marak dan marak terus di kalangan masyarakat. 

Lebih lanjut menjelaskan, Kegiatan magical Toraja sangat tepat kalau di adakan di bulan Agustus karena di bulan Juli Toraja Utara ulang tahun dan bulan Agustus Tana Toraja ulang tahun serta kemerdekaan RI di bulan Agustus dan hari jadi Toraja juga di bulan Agustus. 

Dari perhitungan itu lahirlah suatu tema yaitu Magical Toraja dan semua masyrakat yang kita temui menyarankan agar magical Toraja ini untuk di buat kembali dan di laksanakan tahun depan. 

"Semoga kita bisa membawa dalam forum dewan penasehat, dewan pertimbangan dan pengurus pusat. Semoga magical Toraja agar setiap tahun  di laksanakan di Toraja", Harapnya. 

Kegiatan magical Toraja tentunya semuanya akan mengangkat tema yaitu budaya dalam arti akan mengangkat tema potensi lokal budaya kita yang selama ini tidak terexpose selama 2 tahun akibat  kita terdampak pandemi covid 19. 

Itu sebabnya PMTI hadir dalam rangka membaku. Dan pemerintah daerah serta komponen lainnya,untuk bagaimana menggerakkan kembali ekonomi yang sedunia runtuh akibat covid 19. 

"Kita ketahui bahwa Toraja unggulannya adalah pariwisata serta budaya-budaya yang kita miliki bersama,tentunya jika kita bangkitkan kembali serta UMKM bergerak kembali,pariwisata bergerak,maka PAD Tana Toraja dan Toraja Utara akan meningkat dan ini akan menjadi kesejahteraan bagi masyarakat yang ada di Toraja ini", Jelasnya. 

Itulah peran PMTI bersama dengan pemerintah daerah  bahkan kami yang ada di perantauan kami akan monitor trus perkembangan daerah karena di Toraja juga ada perwakilan ketua PMTI yang akan berkoodinasi trus dengan pemerintah daerah dan unsur2 laennya  dimana keterlibatan PMTI atau sang perantau kepada daerahnya. 

Itulah sebabnya kita akan trus membuat program2 yang sasarannya adalah TANA Toraja,Toraja Utara dan Mamasa."tutup Yulius. 

Sementara Bupati Tana Toraja Theofilus  dalam sambutannya Membangkitkan kembali Wisata Toraja melalui Megical yang diselenggarakan oleh Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) dan budaya Toraja harus dilestarikan  dan Toraja menunjukkan kearifan lokal harus ditingkatkan di seluruh pelosok wilayah Toraja demi pertumbuhan ekonomi di Tana Toraja dan Toraja Utara 

"Pariwisata Toraja tidak akan ada artinya apa2 klau kita tidak memberi nilai di dalamnya. Kita tidak mengisi dengan berbagai macam kegiatan yang ada.Karena itulah Pemkab Tator membngkitkan kembali Lovely Desember sebagai ajang untuk mempertemukan diaspora Toraja dari berbagai tempat Nusantara ini bahkan  dari luar negeri. 

Untuk hadir di Toraja bersuka cita menyambut hari Natal pada bulan Desember mendatang.serta mencastritualitas kita di Ahir dan di penghujung tahun untuk memulai membngun kehidupan yang Baru",ungkap Theofilus. 

Lanjut menjelaskan pada tahun berikutnya dengan semangat yang baru spiritualitas yang baru sehingga dengan demikian manusia toraja yang di kenal dengan manusia yang sangat kreatif, inovatif dan misioner akan semakin memberikan konstribusi bagi bangsa ini trutama bagi daerah Tana Toraja. 

"Di hari jadi Toraja yg ke 775 pemkab Tator  melaunching Lovely Desember dan saya mengajak kepada kita semua mari kita isi ivent ini dengan berbgai kreatifitas-kreatifitas seni dan budaya dalam memperkokoh seni dan budaya Toraja yang ada", Tuturnya. 

"Mari kita dengan berbagai kreatifitas membangkitkan perekonomian para UMKM yang ada di Toraja ini, saya tak lupa jga mengajak warga PMTI mari kita bantu para UMKM  yang ada di dua kabupaten untuk terus membantu dan mendorong  meraka untuk berproduksi bahan produktifnya serta kita membantu mereka untuk mencarikan pasar bagi mereka baik nasional maupun pasar global yang ada", Ajaknya. 

Hari ini juga sudah menerima bantuan dukungan dan supporting dari PMTI berupa hasil lomba desain  homestay  toraja.yang bernuansa Toraja. 

Bupati Tana Toraja mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya  kepada seluruh warga PMTI dan berharap warga seluruh Toraja yang ada di luar Toraja kembali ke kempung masing-masing membangun homestay yang ada sehingga mimpi seribu kamar hotel, homestay yang ada di Toraja untuk bisa menampung para torius yang sdah masuk ke Toraja.


Kontributor : Asri 

Editor: Muh. Sain

Berita Terkait

Berita Lainnya

© Copyright 2019 METRO ONLINE | All Right Reserved